Apakah polycarbonate tahan terhadap bahan kimia?
PC memiliki ketahanan kimia yang tergolong sedang. Material ini cukup tahan terhadap asam encer, alkohol, hidrokarbon alifatik, dan banyak larutan garam berbasis air — tetapi rusak dengan cepat bila terkena basa kuat (seperti natrium hidroksida, kalium hidroksida, amonia), pelarut keton (seperti aseton), hidrokarbon aromatik (seperti benzena dan toluena), serta asam kuat pekat. Yang perlu diwaspadai: kerusakan akibat bahan kimia tertentu bisa dimulai dari dalam — berupa retak tegangan atau pembengkakan — tanpa tanda-tanda yang terlihat di permukaan pada tahap awal. Sebelum menggunakan PC, selalu cek tabel ketahanan kimia di halaman ini untuk fluida spesifik yang akan digunakan.
Berapa suhu kerja maksimal polycarbonate?
Suhu transisi gelas (Tg) PC sekitar 147°C (297°F), tetapi dalam kondisi pemakaian nyata, batas suhu kerja berkelanjutan biasanya ada di kisaran 115–130°C. Selisih ini terjadi karena beban mekanis jangka panjang menyebabkan perubahan dimensi secara bertahap — yang dikenal sebagai creep dan relaksasi tegangan — sebelum deformasi terlihat secara visual. Jika ada paparan bahan kimia bersamaan, proses penurunan performa makin cepat. Untuk aplikasi fluida suhu tinggi, komponen berbahan PVDF atau berlapis PTFE adalah pilihan yang lebih aman.
Apa perbedaan polycarbonate dan akrilik (PMMA)?
PC dan akrilik (PMMA) tampak hampir identik secara visual dan sering dipakai di aplikasi serupa, tapi keduanya punya keunggulan masing-masing yang jelas. PC jauh lebih tangguh — ketahanan benturannya bisa 250 kali lebih besar dari kaca, dibanding PMMA yang sekitar 17 kali — dan bisa ditekuk tanpa retak. PMMA lebih getas, tapi permukaan lebih tahan goresan dan transmisi cahayanya sedikit lebih tinggi (sekitar 92% vs PC sekitar 88–90%). Untuk ketahanan kimia, keduanya sama-sama lemah terhadap keton dan pelarut aromatik. Panduan praktis: pilih PC saat ketangguhan dan ketahanan benturan adalah prioritas; pilih PMMA saat kejernihan optis dan ketahanan goresan lebih penting dan risiko benturan rendah.
Apakah polycarbonate beracun?
Dalam kondisi pemakaian normal, polycarbonate tidak dianggap beracun. Kekhawatiran yang paling sering muncul terkait PC adalah bisphenol A (BPA) — bahan kimia industri yang digunakan sebagai komponen struktural polycarbonate dan sudah ada dalam kemasan kontak pangan sejak tahun 1960-an.2 BPA memang bisa berpindah dalam jumlah kecil dari kemasan ke makanan — namun berdasarkan tinjauan keamanan FDA Amerika yang mencakup lebih dari 300 studi ilmiah, BPA aman pada kadar yang terjadi dari penggunaan kemasan pangan yang disetujui saat ini.2
Perlu dicatat: botol bayi dan sippy cup berbahan PC dihapus dari regulasi FDA karena produsen sudah berhenti membuat produk tersebut secara sukarela — bukan karena penarikan paksa akibat masalah keamanan.2 Dalam konteks industri pengolahan fluida, pertanyaan yang lebih relevan adalah kompatibilitas kimia: apakah fluida proses akan merusak komponen PC, bukan apakah PC itu sendiri berbahaya untuk ditangani.
Mengapa rotameter dan sight glass menggunakan polycarbonate?
PC dipilih untuk rotameter (flow meter pelampung), sight glass, dan level indicator karena kejernihan optisnya yang tinggi dan ketahanan benturan yang baik, sehingga operator bisa langsung melihat kondisi aliran fluida secara visual. Batasan utamanya adalah kompatibilitas kimia: pastikan fluida proses Anda cocok dengan PC sesuai tabel ketahanan kimia, dan konfirmasi bahwa suhu operasi masih dalam batas penggunaan berkelanjutan PC. Untuk fluida agresif atau suhu tinggi, borosilikat glass atau PVDF adalah alternatif yang lebih tepat.
Produk rotameter LORRIC tersedia dengan pilihan tabung PC, cocok untuk pemantauan aliran air bersih, air pendingin, dan fluida non-korosif secara visual.Lihat rotameter LORRIC →
Bahan kimia apa yang tidak boleh bersentuhan dengan polycarbonate?
Hindari paparan PC terhadap: basa kuat (natrium hidroksida, kalium hidroksida, amonia, amonium hidroksida, barium hidroksida, kalsium hidroksida), pelarut keton (aseton), hidrokarbon aromatik (benzena, toluena), pelarut berklorin, serta asam kuat pekat termasuk asam klorida, asam sulfat, dan asam fluorida. Bahan-bahan ini menyebabkan kerusakan cepat berupa retak tegangan, pembengkakan, atau pelarutan — dan sering kali sudah dimulai dari dalam sebelum ada tanda-tanda yang terlihat di permukaan. Semua bahan di atas ditandai dengan ✕ pada tabel ketahanan kimia di atas.